Perumahan Menengah Atas Ini Sejak Awal Disebut Terintegrasi MRT Balaraja-Cikarang

Rumah contoh di klaster Green Casa - Green Bestari Park
Rumah contoh di klaster Green Casa - Green Bestari Park

Mitbana Pte Ltd dan PT Intiland Development Tbk berkolaborasi mengembangkan perumahan menengah atas Green Bestari Park (GBP/51 ha) di kawasan Talaga Bestari (265 ha), Balaraja Timur, Tangerang (Banten). Kolaborasi dilakukan melalui PT Inti Mitbana Development (IMD), perusahaan patungan PT Inti Puspapersada (anak perusahaan Intiland) dengan Mitbana. Mitbana adalah perusahaan patungan Mitsubishi Corp (Jepang) dan Surbana Jurong (Singapura).

Peresmian kolaborasi Mitbana-Intiland dalam pengembangan Green Bestari Park itu dilakukan President & COO Mitbana sekaligus Presiden Komisaris IMD Joseph Ueda, serta Vice President Director (VPD) & COO Intiland Utama Gondokusumo di Balaraja awal September lalu. Menurut Ueda, pengembangan Green Bestari Park akan dilakukan dalam tiga tahap dengan konsep ramah lingkungan (green). Salah satu bentuk penerapan konsep hijau itu, adalah pengembangan kawasan transit oriented development (TOD) di Green Bestari Park yang terintegrasi dengan bakal stasiun MRT Jakarta Fase 3 Timur-Barat di Balaraja itu. GBP menjadi proyek real estate pertama yang sejak awal secara resmi disebut terinrtegrasi MRT Timur-Barat Jakarta.

MRT Jakarta Timur-Barat (East-West Line) membentang sepanjang hampir 90 km dari Cikarang di Bekasi (Jawa Barat) hingga Balaraja di Tangerang (Banten) melintasi Jakarta. Di Balaraja stasiun MRT itu akan dibangun dekat gerbang tol Balaraja. Lokasi Talaga Bestari/Green Bestari Park sangat dekat dengan gerbang tol di jalan tol Jakarta-Merak tersebut. Total MRT Jakarta Fase 3 akan memiliki 48 stasiun dan 48 kawasan TOD di jalurnya. Tahun lalu Mitbana berkolaborasi dengan Sinar Mas Land mengembangkan Hiera (108 ha) di kawasan BSD City, Serpong, Tangerang, juga dengan konsep hijau dengan antara lain melalui pengembangan kawasan TOD, karena kedekatannya dengan jalur KRL Jakarta-Bintaro-Serpong-Maja-Rangkasbitung selain jalan tol.

Pada tahap pertama Green Bestari Park mengembangkan lahan seluas 14 hektar mencakup klaster hunian, area ritel, pusat F&B, dan club house. Pengembangan berikutnya terdiri atas klaster hunian, taman kota, area komersial, dan kawasan TOD. Tahap awal di pengembangan tahap pertama itu dilansir klaster Green Casa @DUO (3,3 ha/220 unit), menawarkan rumah kompak dua lantai di atas kaveling 5 x 13 dan 5 x 14 m2. Yaitu, tipe A 68/65 (LB/LT) yang dilengkapi 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, dan 2 carport, serta tipe B 79/70 yang dilengkapi 4 kamar tidur, 3 kamar mandi, dan 2 carport. Harganya mulai dari Rp1 miliaran/unit. Menurut Permadi Indra Yoga, Direktur Business Development Intiland & Direktur IMD, rumah di Green Casa dirancang dengan estetika yang terinspirasi dari Jepang.

Suasana dalam MRT JakartaSuasana dalam MRT Jakarta

MRT Jakarta memang mendorong pengembangan kawasan TOD di jalurnya. Beberapa sudah beroperasi. Seperti Terowongan Kendal dan Reinstatement Sudirman-Thamrin, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, serta Plaza Transit & Simpang Temu Lebak Bulus. Proyek TOD lain dalam proses pembangunan, seperti Simpang Temu Dukuh Atas, Penataan Jalan Pati-Juana, Pedestrianisasi Blora, dan Serambi Temu Dukuh Atas, yang ditargetkan beroperasi Juli-Agustus 2023. Ada pula proyek TOD yang dalam proses perizinan dan market sounding seperti Blok M Mixed Use (eks terminal bus), Lebak Bulus Mixed Use & Park and Ride, Dukuh Atas Pedestrian Deck, dan Extended Concourse Bundaran HI & Fatmawati.