Apa Iya Rumah Inden Lebih Menguntungkan Sebagai Investasi?

Apa Iya Rumah Inden Lebih Menguntungkan Sebagai Investasi?
Ilustrasi rumah real estate yang sudah jadi

Umumnya pemasaran rumah real estate dilakukan secara inden, masih berupa gambar dengan janji serah terima sekian bulan kemudian. Sangat jarang developer memasarkan rumah yang sudah jadi atau setengah jadi sejak awal. Karena masih inden, harga rumahnya biasanya masih rendah, belum setinggi kalau rumahnya sudah jadi atau hampir jadi dan dibeli dengan kredit pemilikan rumah (KPR) dari bank. Pembelian rumah inden bisa secara tunai keras atau tunai bertahap.

Karena masih rendah, potensi kenaikan harga rumah inden juga besar. Beli sekarang Rp400 juta, setelah rumahnya jadi 1,5-2 tahun kemudian, harganya di pasar sudah Rp500 juta-Rp600 juta. Paling tidak begitulah selalu klaim developer. Betulkah secara investasi lebih menguntungkan membeli rumah inden, baik secara tunai maupun tunai bertahap? Perencana keuangan Eko Indarto (Jakarta), seperti dikutip housingestate.id beberapa waktu lalu, setuju kalau yang dimaksud dengan keuntungan itu adalah gain alias surplus dari selisih harga beli dan harga jual. Apalagi kalau modal awal berupa depe tidak disyaratkan developer saat membeli rumahnya, cukup tanda jadi. "Potensi keuntungan (dari kenaikan harga)-nya akan lebih tinggi," katanya.

Tapi Tony Eddy, Presiden Direktur dan Lead Project Marketing Advisor Tony Eddy & Associates (Jakarta) tidak setuju dengan pendapat, membeli rumah inden lebih menguntungkan sebagai investasi karena harganya masih rendah sehingga mudah dijual lagi dengan harga lebih tinggi saat rumahnya jadi. Sementara kalau rumahnya dibeli saat sudah jadi, harganya sudah tinggi sehingga tidak menarik lagi sebagai investasi. “Itu hanya ilusi yang dipompakan developer kepada konsumen untuk menarik dana mereka,” katanya kepada AyoProperti dalam sebuah wawancara. Ia menambahkan, potensi kenaikan harga rumah inden yang tinggi itu hanya di atas kertas. Harga riilnya tidak demikian.

“Coba aja jual setelah rumahnya jadi. Paling lakunya berapa,” kata Presdir Keller Williams Realty Indonesia itu. Apalagi, kita sulit mengetahui kondisi pasar saat rumah inden itu sudah jadi. Apakah suplai rumah sekelas itu sedikit atau kebanyakan dibanding permintaannya. Justru membeli rumah baru yang sudah jadi, harganya sudah riil dan lebih rendah daripada harga properti sekelas inden. "Jadi, kita bisa memperkirakan potensi kenaikan harganya dalam sekian tahun ke depan," kata magister real estate dari University of Wisconsin, Amerika Serikat, itu. Rumah yang sudah jadi juga sudah jelas objek dan legalitasnya. Karena itu transaksi rumahnya juga bisa dilakukan dengan Akta Jual Beli (AJB) di hadapan notaris, bukan hanya beralas tanda pemesanan dari developer atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) di bawah tangan antara developer dan konsumen.