Syarat Lengkap Pemrosesan Kredit Cepat

Syarat Lengkap Pemrosesan Kredit Cepat
Ilustrasi iklan KPR dengan pemrosesan cepat (dok. CIMB Niaga)

Suku bunga kadang hanya faktor kedua atau ketiga yang dilihat konsumen saat mengambil kredit pemilikan rumah (KPR). Yang lebih mereka perhatikan adalah kecepatan pemrosesan kredit, agar mereka segera mendapat kepastian dan pembelian rumah tidak batal. Kepastian bukan hanya menyangkut apakah permohoanan kredit disetujui atau tidak, tapi juga plafon dan tingkat bunganya. Kalau kredit disetujui tapi plafonnya di bawah ekspektasi, peminjam (debitur) terpaksa harus menambah depe. Kalau tidak mampu, pembelian rumah juga terancam batal. Demikian pula tingkat bunga. Kalau lebih tinggi dari perkiraan, pembelian rumah juga bisa batal, karena rasio cicilan kredit jadi meningkat di atas kemampuan mencicil calon debitur.

Sebenarnya berapa lama sih pemrosesan kredit rumah di bank? Macam-macam tergantung kebijakan setiap bank. Ada yang 3 hari kerja, 5 hari, 7 hari, sampai 10 hari. Syaratnya satu. Semua persyaratan yang diminta bank sudah dipenuhi. Kalau masih ada yang kurang, ya jangan berharap pengajuan KPR bisa diproses cepat.

Menurut Direktur Biro Riset Infobank Eko Budi Supriyanto kepada AyoProperti, kecepatan pemrosesan aplikasi KPR penting, bukan hanya untuk kepastian kredit tapi juga pembangunan rumah. Makin cepat kredit diproses, kian cepat dana dicairkan, sehingga pembangunan rumah bisa segera dimulai. Untuk itu ia menyarankan konsumen mempelajari dulu persyaratan yang diminta bank, menyiapkan data yang lengkap dan valid, memilih rumah yang sesuai dengan kriteria bank, dan mengukur kemampuan mencicil dan menyediakan depe sesuai dengan harga rumah yang hendak dibeli, baru mengajukan KPR disertai semua persyaratan yang diminta.

Misalnya, salah satu persayaratan utama yang selalu diminta bank kepada calon debitur berstatus karyawan, adalah slip gaji dan copy rekening tabungan 3-6 bulan terakhir. Dua data ini jangan meleset. Kalau satu dikasih sekarang, satu lagi minggu depan, pemrosesan KPR tidak akan bisa cepat. Data gaji yang disampaikan juga harus benar, tidak direkayasa. Sementara rekening tabungan harus aktif, bukan hanya berisi saldo dana, biaya administrasi, dan pajak. Untuk itu sangat baik memasukkan gaji kamu setiap bulan ke dalam tabungan.

"Jadi, saat ngajuin KPR, tinggal kasi copy tabungan yang ada transaksi gajinya itu. Bank pun menjadi lebih mudah dan cepat memproses pengajuan KPR-nya,” jelas Eko. Bila income yang menjadi bantalan kredit berasal dari pasangan suami istri, slip gaji dan copy rekening tabungannya juga harus dari dua orang ini.