Semester I Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp72 Triliun

Bank Indonesia (BI) bersama sembilan Kementerian/Lembaga (K/L) yang tergabung dalam Satgas Nasional Transaksi Mata Uang Lokal (LCT) telah sepakat untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dengan negara-negara lain.
Kesepakatan ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta koordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi Satgas Nasional Transaksi Mata Uang Lokal, yang bertujuan untuk mendorong penerapan penggunaan mata uang lokal (Local Currency Transaction /LCT) dalam transaksi bilateral.
Perjanjian ini ditandatangani oleh BI dan pejabat tinggi dari Kemenko Perekonomian, Kemenko Maritim dan Investasi, Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Otoritas Jasa Keuangan, serta Lembaga Penjamin Simpanan.
PKS ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (NK) yang ditandatangani pada 5 September 2023. Seremoni penandatanganan PKS berlangsung di Jakarta pada hari Kamis, 29 Agustus 2024, setelah diadakannya pertemuan Komite Kerja Tingkat Deputi Satgas Nasional LCT.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa PKS ini merupakan langkah konkret untuk melaksanakan komitmen, kerja sama, dan sinergi kebijakan dalam mempercepat implementasi LCT.
Selain itu, hal ini juga berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan kerja sama dan koordinasi Satgas Nasional LCT serta semua pihak terkait, guna mendorong peningkatan realisasi LCT melalui sinergi program kerja di antara anggota Satgas Nasional LCT.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung upaya diversifikasi mata uang dalam transaksi bilateral, sebagai salah satu bentuk mitigasi risiko di tengah ketidakpastian global yang tinggi, serta untuk memperdalam pasar keuangan dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, ujar Destry dalam keterangan tertulis Asisten Gubernur BI, Erwin Haryono.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menyambut positif inisiatif LCT dalam transaksi ekonomi dan keuangan antar negara.
Inisiatif tersebut telah menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan, terlihat dari peningkatan transaksi yang signifikan baik dari segi nilai maupun jumlah pengguna sejak LCT diluncurkan pada tahun 2018. "Kementerian/Lembaga harus mendukung percepatan implementasi LCT melalui program strategis masing-masing," tambahnya.
Saat ini, LCT yang telah berjalan efektif mencakup Malaysia, Thailand, Jepang, dan Tiongkok. Pada semester I 2024, nilai transaksinya mencapai USD4,7 miliar atau sekitar Rp72 triliun.
"Sepanjang tahun ini, nilai transaksi LCT diperkirakan akan meningkat 1,5 kali lipat dibandingkan tahun 2023 yang mencapai USD6,29 miliar (hampir Rp100 triliun)," ungkap Ferry.
Ke depan, ia berharap implementasi LCT akan semakin meningkat, setelah kesepakatan dengan empat negara lainnya (Singapura, Korea Selatan, India, dan Uni Emirat Arab) mulai berlaku secara efektif.
Kolaborasi dan sinergi kebijakan di antara anggota Satgas Nasional LCT perlu terus diperkuat untuk mendorong peningkatan realisasi LCT tersebut.