Layanan One Stop Service Sentul City

Layanan One Stop Service Sentul City
Kiri ke kanan: Tjung Jun (Div. Head Consumer Loans PT Bank Ina Perdana Tbk), Michael Sindoro (CFO PT Sentul City Tbk), Yandy Ramadhani ( Dir. Bisnis Retail PT Bank Ina Perdana Tbk), Henry Koenaifi (Dir. Utama PT Bank Ina Perdana Tbk), Eddy Sindoro (CEO PT Sentul City Tbk), Johanes Wiyanto (Dir. Land & Legal PT Sentul City Tbk), Timotius Thendean (Dir. Marketing PT Sentul City Tbk).

PT Sentul City Tbk telah menjalin kerjasama dengan Bank INA untuk menghadirkan layanan yang mempermudah transaksi produk properti sekunder yang berkualitas dan terjangkau di Sentul City seluas 3.150 hektar. Sejak pengembangannya pada tahun 1994, Sentul City terus berkembang menjadi sebuah kota mandiri yang menawarkan berbagai produk properti dan fasilitas, serta menyediakan banyak pilihan produk sekunder.

Menurut CEO Sentul City, Eddy Sindoro, saat ini metode pemasaran produk properti masih sangat tradisional, ketinggalan zaman, dan primitif jika dibandingkan dengan produk lain yang memiliki harga jauh lebih rendah. Pemasaran di sektor properti tertinggal jauh dibandingkan dengan produk gaya hidup yang menggunakan metode pemasaran yang lebih modern.

“Bisnis retail mal dengan tampilan yang menarik dan bisnis kuliner yang memiliki strategi pemasaran yang canggih, sementara bisnis properti masih terbelakang, padahal produk yang dijual bernilai miliaran. Ini yang ingin kita ubah dengan pendekatan baru yang komprehensif dan melibatkan banyak pihak, sehingga semua dapat meraih keuntungan,” ungkapnya saat penandatanganan kerjasama dengan Bank INA di Sentul Highlands Golf Club, Sentul City, pada akhir Agustus 2024.

Dengan kolaborasi bersama Bank INA, PT Sentul City Tbk berupaya menciptakan layanan yang memudahkan transaksi produk properti sekunder berkualitas dan terjangkau. Hal ini sejalan dengan meningkatnya jumlah produk baru dan ketersediaan unit sekunder di Sentul City.

Hingga saat ini, Sentul City telah menarik lebih dari 11.500 konsumen yang memerlukan pelayanan berkualitas. Sebelumnya, pada awal Agustus, PT Sentul City Tbk meluncurkan Sentul Tourism Board (STB) yang bertujuan untuk mendigitalisasi informasi dan kegiatan pariwisata di kawasan tersebut, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan pengalaman tinggal di Sentul City. STB bekerja sama dengan Pemkab Bogor untuk mempromosikan berbagai destinasi wisata di kawasan tersebut secara lebih komprehensif.

Inovasi terbaru diperkenalkan oleh Bursa Pasar Sekunder Sentul City (BPSSC) melalui kerjasama dengan Bank INA. Salah satu manfaat dari BPSSC adalah layanan satu atap dalam pengelolaan unit, yang sangat memudahkan pemilik properti di Sentul City. Sentul City Town Management (SCTM) berkontribusi dengan menyediakan layanan pengelolaan unit, mulai dari renovasi rumah hingga pencantuman unit untuk disewakan atau dijual, serta program KPR produk sekunder yang ditawarkan oleh Bank INA.

Peran SCTM semakin meluas, mencakup pengelolaan bursa pasar sekunder bagi pemilik properti yang ingin menitipkan propertinya untuk dijual atau disewakan melalui ratusan broker dan agen properti yang terafiliasi. SCTM menawarkan layanan "Freemium" (Free+Premium) yang bertujuan untuk memastikan unit dalam kondisi terawat dan layak untuk dijual.

Layanan Freemium ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu kategori "Free" yang mencakup pelayanan pemeliharaan dari halaman depan hingga pintu rumah. Sedangkan kategori "Premium" mencakup perawatan menyeluruh unit, termasuk bagian dalam rumah seperti atap dan pipa bocor, perawatan AC, serta kebutuhan teknis lainnya. SCTM juga akan memastikan bahwa unit properti yang dikelolanya telah memenuhi syarat 'clear and clean' dari aspek legalitas.

Sementara itu, Direktur Utama Bank INA, Henry Koenaifi, menyatakan bahwa terdapat permintaan pasar yang signifikan untuk hunian berkualitas dan siap huni. Hal ini mendorong Bank INA untuk meluncurkan produk pembiayaan yang sesuai dengan tren pasar saat ini.

“Kami melihat bahwa Sentul City memiliki potensi pasar sekunder yang sangat besar. Melalui kerjasama ini, kami berkomitmen untuk mendukung Sentul City dan konsumennya dalam memperoleh pembiayaan KPR untuk unit sekunder. Potensi bursa sekunder sangat besar, sehingga dapat meningkatkan likuiditas dan membuat biaya kepemilikan di Sentul City menjadi lebih terjangkau. KPR Produk Sekunder resmi dari Bank INA menawarkan suku bunga khusus dengan tenor hingga 20 tahun,” jelasnya.

Timotius Thendean, selaku Direktur Marketing PT Sentul City Tbk, mengungkapkan bahwa di Sentul City terdapat 515 unit sekunder yang siap untuk dijual dengan total nilai mencapai Rp1,5 triliun. Selain itu, terdapat sekitar 500 unit rumah kosong yang tidak memiliki tanda dijual atau disewakan, yang berpotensi untuk dijual atau disewakan.

"Dengan demikian, terdapat sekitar 1.000 unit sekunder yang menawarkan peluang besar bagi para broker dan agen properti. Program KPR sekunder ini juga merupakan yang pertama dan resmi di Indonesia, bertujuan untuk mempermudah kolaborasi antara pengembang, bank, broker properti, agen, pemilik properti, dan calon pembeli," tutupnya.