Realisasi KPR FLPP 2023 Tercapai 100 Persen

Realisasi KPR FLPP 2023 Tercapai 100 Persen

Penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melalui kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun ini tercapai 100 persen untuk 229.000 unit rumah. "Pencapaiannya lebih awal 13 hari dibandingkan dengan realisasi penyaluran dana FLPP tahun lalu untuk 226.000 unit rumah. Kenaikan patokan harga jual rumah subsidi tahun ini tidak terlalu berpengaruh terhadap pencapaian target," kata Adi Setianto, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) yang mengelola dana FLPP, dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penyaluran KPR bersubsidi dengan skim FLPP (disebut KPR Sejahtera FLPP) 2024 dengan 31 bank di Jakarta, Kamis (28/12/2023), seperti dikutip keterangan tertulis BP Tapera.

Penandatangan PKS penyaluran KPR Sejahtera FLPP 2024 itu dilakukan Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera Ariev Baginda Siregar dengan direksi 31 bank tersebut. Terdiri dari 17 bank konvensional dan 14 bank syariah. Tahun depan pemerintah menargetkan penyaluran KPR Sejahtera FLPP hanya untuk 166.000 unit rumah bersubsidi, kendati berpotensi ditingkatkan menjadi 220.000 unit.

Menurut Adi, jumlah bank yang bisa ikutan menyalurkan KPR Sejahtera FLPP 2024 menurun dibanding tahun ini yang mencapai 38, karena sejumlah bank hanya mampu menyalurkan KPR FLPP untuk kurang dari 100 unit rumah bersubsidi. "Bank yang realisasi penyaluran KPR FLPP-nya di bawah 100 unit tidak dapat mengikuti PKS tahun selanjutnya. Jika ingin ikut PKS lagi, harus melewati tahap assessment," ujarnya.

Baca Juga: Tahun Ini Himperra Bangun 30 Ribu Unit Rumah Subsidi

Ia menambahkan, BP Tapera juga akan memberikan sanksi kepada bank dan pengembang, bila masih menemukan rumah MBR yang dibiayai dengan dana FLPP yang tidak memenuhi kualitas yang disyaratkan dan belum siap huni saat akad kredit. Bentuk sanksi mulai dari surat teguran hingga pemutusan kerja sama. "Asosiasi pengembang perumahan juga harus menyampaikan data suplai rumah subsidi (anggota)-nya pada aplikasi yang disediakan, memastikan anggotanya melakukan registrasi ulang, dan selalu memperbarui data stok rumah subsidi yang dikembangkannya," jelas Adi.