Dari 10 Gedung Tertinggi di Indonesia, Dua Teratas Ada di Thamrin Nine

Musium Rekor Indonesia (MURI) menobatkan Autograph Tower sebagai gedung tertinggi di Indonesia. Gedung perkantoran dan hotel setinggi 385 meter (75 lantai + 3 lantai dek observasi) besutan Galeon Group itu, dikembangkan di superblok Thamrin Nine (5,2 ha), Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Sebelumnya di Thamrin Nine, Galeon Group telah membangun gedung perkantoran Luminary Tower setinggi 305 meter (62 lantai). Dengan demikian Luminary Tower menjadi gedung tertinggi kedua setelah "adiknya" Autograph Tower. Kedua menara perkantoran di Thamrin Nine itu juga tercatat sebagai dua supertall pertama di Indonesia. Council on Tall Building and Urban Habitat (CTBUH) membagi gedung tinggi dalam 3 kategori. Yaitu, skyscrapers (tinggi > 150 m), supertall (>300 m), dan megatall (>600 m).
"Autograph Tower dan Luminary Tower merupakan gedung supertall pertama di Indonesia. Kami berharap keduanya menjadi landmark baru Jakarta dan Indonesia, sekaligus menjadi tujuan wisata lokal dan internasional, dan bisa membantu menarik lebih banyak investasi ke Indonesia," kata Presiden Direktur PT Putragaya Wahana (Galeon Group) Alvin Gozali, usai acara penyerahan rekor MURI itu di Thamrin Nine akhir pekan lalu. Sebelumnya belum ada supertall, apalagi megatall di Indonesia, walaupun rencana pembangunannya di beberapa lokasi sempat dipublikasikan.
Autograph Tower dan Luminary TowerSampai tahun 2022 ketinggian gedung tertinggi di Indonesia baru mencapai 280-an meter. Hingga tahun 2016 predikat gedung tertinggi di Indonesia masih dipegang Wisma BNI (262 m/46 lantai) di kawasan superblok Kota BNI (15 ha), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Selama dua dekade sejak dibangun, gedung tinggi karya Zeidler Robert Architects dan DP Architects dengan puncak berbentuk layar pinisi itu menjadi landmark Jakarta. Desain puncak Wisma BNI yang sekaligus melambangkan logo Bank BNI itu, dirancang jauh sebelum Burj Al Arab di Dubai yang juga berbentuk layar kapal. Predikat Wisma BNI sebagai gedung tertinggi itu baru tergantikan tahun 2016 setelah munculnya Gama Tower (285 m/63 lantai).
Sampai sekarang Wisma BNI masih bertahan menjadi landmark gedung-gedung tinggi di Jakarta. Akankah Autograph Tower dan Luminary Tower yang juga didesain arsitek global terkenal dan dibangun berdampingan itu bisa menggantikannya? Kita masih harus menunggu. Yang jelas lokasi superblok Thamrin Nine hanya sepelemparan batu dari superblok BNI City. Keduanya terhubung dengan big hub Dukuh Atas di Jalan Jenderal Sudirman, tempat bertemunya semua transportasi umum massal di greater Jakarta (MRT, LRT, KRL, BRT atau busway, dan kereta bandara). Karena itu kedua superblok itu pun dirancang sebagai kawasan transit oriented development (TOD), yang mengedepankan transportasi umum massal sebagai akses utama para penghuni dan pekerja yang bergiat di kawasan.
Head of Marketing Galeon Group Anggun Melati dalam pertemuan pers tentang reksor MURI di Autograph Tower itu akhir pekan lalu mengatakan, Thamrin Nine tengah membangun koneksi bawah tanah ke stasiun MRT Dukuh Atas sebagai perwujudan konsep TOD itu. Dengan demikian dari superblok tersebut orang bisa berjalan kaki menuju stasiun Dukuh Atas dan sebaliknya. "Memahami pentingnya transportasi umum massal untuk mengurangi kemacetan dan polusi, serta meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas, Thamrin Nine bangga menjadi bagian dari pengembangan kawasan berbasis TOD," katanya.
Di bawah Autograph Tower dan Luminary Tower, 8 menara perkantoran tercatat sebagai yang tertinggi seperti dikutip Skyscrapercenter.com. Semuanya masuk kategori skyscrapers (pencakar langit) dan berlokasi di kawasan pusat bisnis utama (CBD) Jakarta. Yaitu berturut-turut, Gama Tower (285,5 m/64 lantai) di Jl HR Rasuna Said, Treasury Tower (279,5 m/57 lantai) di kawasan SCBD, Jl Jend Sudirman, Jakarta Mori Tower (265,6 m/57 lantai) di Jl Jend Sudirman, Trinity Tower (263 m) di Jl HR Rasuna Said, Wisma 46 (261,9 m/46 lantai) di Jl Jend Sudirman, Menara Astra (261,5 m/47 lantai) di Jl Jend Sudirman, Revenue Tower (260 m/25 lantai) di kawasan SCBD, dan Sahid Sudirman Center (258 m/59 lantai) di Jl Jend Sudirman.