Dampak Insentif PPN terhadap Pasar Apartemen Tergantung Lokasi

Dampak Insentif PPN terhadap Pasar Apartemen Tergantung Lokasi
Salah satu sudut unit contoh apartemen Skandinavia rancangan IKEA

Secara umum pasar apartemen sudah lebih baik dibanding 2018-2019. Insentif free PPN 11% yang dilansir pemerintah sejak November lalu bisa membantu membuatnya lebih baik. Namun, itu juga tergantung lokasi apartemen, konsep pengembangan, dan suplai apartemen di sekitarnya.

Pendapat itu dinyatakan Hene Putro, General Manager Scandinavian apartment di kawasan superblok Tangcity, Kota Tangerang (Banten), usai memperkenalkan dua unit contoh baru apartemen itu kepada media di lokasi proyek, Sabtu (2/12/2023). Dua unit contoh itu dirancang tim IKEA Indonesia bergaya scandinavian design yang fungsional namun tetap hangat dan nyaman. IKEA adalah peritel perabot rumah dan furniture terkenal asal Swedia, yang rajin menampilkan mock up desain hunian di tokonya.

Apartemen Skandinavia (35 lantai/1.016 unit) sudah siap huni dengan unit fully furnished. Sekitar 800 unit sudah terjual dan dihuni. Sebanyak 100 unit dari 800 unit itu disewakan dibawah manajemen Fika Rooms. Saat ini masih dipasarkan 200 unit. Untuk itu developer apartemen Skandinavia berkolaborasi dengan IKEA menawarkan dua desain unit baru untuk memikat pasar. Tipe unit mulai dari 45 m2 (semigross) seharga mulai dari Rp1,08 miliar/unit tunai bila dibeli dengan memanfaatkan insentif PPN.

"Kalau dibeli secara tunai bertahap, bisa sampai 120 bulan (10 tahun) tanpa depe dengan angsuran Rp10 jutaan per bulan," ungkap Hene. Menurut Hene, insentif free PPN itu bisa mendorong pasar apartemen menjadi lebih baik. Tapi, itu juga tergantung lokasi apartemen, konsep pengembangan, dan suplai apartemen di sekitarnya. "Kalau suplai di sekitarnya terlalu banyak, insentif PPN itu tetap tidak membantu mengangkat pasar," katanya.

Tentang Skandinavia apartment, Hene mengaku pede pemasaran unit sisanya terbantu oleh kebijakan insentif PPN itu, karena lokasinya paling strategis di superblok Tangcity di pusat Kota Tangerang yang ramai dikunjungi orang.

"Kami bisa disebut pemain tunggal di lokasi ini," katanya. Apartemen lain lokasinya lebih jauh, atau menyasar pasar yang lebih rendah. Selain itu apartemen Skandinavia sudah siap huni. Jadi, konsumen pede membeli karena objek transaksi dan legalitasnya sudah jelas, dan orang sudah bisa merasakan suasana unitnya.

Ia menunjuk okupansi unit-unit yang disewakan di apartemen Skandinavia melalui Fika Room yang selalu di atas 70 persen, hingga 100% pada akhir pekan atau hari libur. Penyewanya orang yang hendak pergi umrah dan lain-lain keperluan dengan menggunakan pesawat. "Dari apartemen Skandinavia ke bandara Soekarno-Hatta kan deket," katanya. Apalagi tarif sewanya lebih rendah daripada hotel Novotel yang berada di kawasan yang sama Tangcity. Mulai dari Rp600 ribuan/malam dibanding Novotel yang Rp1 jutaan.

Hanya fasilitas Novotel lebih lengkap. Tapi, kebanyakan penyewa tidak mempersoalkan fasilitas, kecuali unit yang nyaman dan aman. Karena itu unit milik pribadi yang disewakan bulanan juga laku. Penyewanya kebanyakan orang yang bergiat di bandara. Tarif sewanya Rp4,5 juta/bulan (tipe studio) dan Rp7 juta/bulan tipe dua kamar (36 m2). Namun, demikian untuk melansir proyek baru, developer Tangcity sampai saat ini belum kepikiran kendati memiliki lahan startegis di bilangan BSD City.