Cara Mudah Beli Rumah Murah

Cara Mudah Beli Rumah Murah

Membeli rumah saat ini jauh lebih mudah, termasuk rumah murah. Kamu tinggal window shopping di internet. Semua rumah dijajakan developer di dalamnya. Tinggal pilih sesuai selera dan preferensi masing-masing baik lokasi, tipe, desain dan bentuk rumah, maupun harganya. Setelah cocok baru datang ke lokasi melihat langsung kondisi rumah dan lingkungannya sebelum memutuskan membeli. Jadi, sekarang membeli rumah tidak perlu seperti dulu, harus mendatangi lokasi semua perumahan yang diminati satu per satu.

Sebelum window shopping, pastikan kamu sudah bekerja dan punya penghasilan. Pastikan juga, kalau beli rumahnya pakai kredit pemilikan rumah (KPR) dari bank, cicilannya tidak boleh melebihi 1/3 penghasilan bersih (take home pay) kamu. Cari tahu bunga pasar KPR yang kamu pilih, persyaratan uang muka dan maksimal periode (tenor) kreditnya. Untuk calon debitur (peminjam) berusia 30 tahun misalnya, biasanya bank hanya mau memberikan tenor maksimal 20 tahun. Sampai saat ini bank masih mematok usia pensiun maksimal 55 tahun untuk debitur berstatus karyawan.

Khusus bunga KPR, jangan melihat bunga promo yang rendah fix (tetap) selama beberapa tahun pertama yang suka diiklankan bank, tapi bunga pasar efektif floating. Bunga promo itu anggap saja bonus kalau memang bisa didapat. Misalnya, gaji bersih kamu Rp8 juta/bulan (sendiri atau berdua dengan pasangan). Itu berarti kemampuan mencicil KPR kamu hanya Rp2,6 jutaan/bulan. Dengan angsuran sebesar itu, kamu hanya bisa membeli rumah seharga maksimal Rp300 juta dengan KPR 20 tahun, depe 20 persen (Rp60 juta), dan bunga rata-rata 12 persen/tahun. Kamu bisa membuka simulasi KPR yang disediakan bank untuk menghitung asumsi cicilan KPR itu.

Karena menyangkut rumah murah yang lokasinya biasanya jauh dari pusat kegiatan, pilih lokasi rumah yang mudah diakses, bukan yang jaraknya paling dekat dengan tempat kerja dan lain-lain (tergantung preferensi). Misalnya, rumah di perumahan yang terintegrasi atau mudah dicapai dari stasiun kereta komuter.

Beli rumah dengan KPR bank. Bukan hanya lebih ringan karena kamu cukup membayar depe dan biaya KPR, tapi juga jauh lebih aman karena bank akan menelisik legalitas dan kredibilitas proyek serta developernya sebelum memberikan kredit. Ajukan KPR secara kolektif bersama konsumen lain lewat developer perumahan. Developer yang baik pasti sudah bermitra dengan bank penyalur KPR dalam memasarkan rumahnya.

Sebelum mengajukan KPR ke bank, tentu saja kamu sudah harus melunasi tanda jadi (booking fee) atau mulai membayar cicilan depe. Nah, di sinilah pentingnya kamu memastikan dulu penghasilan bulananmu. Bila membeli rumah yang cicilannya di atas kemampuan mengangsur kamu, nanti aplikasi KPR kamu bisa ditolak bank. Kalau ditolak, booking fee dan atau sebagian depe yang sudah disetor ke rekening developer bisa hangus atau hanya dikembalikan sebagian.