Mau Jual Rumah, Kesan Pertama Perlu Menggoda
Walaupun nilainya selalu meningkat, kekurangan investasi properti, tidak bisa langsung diuangkan seperti deposito atau surat berharga alias tidak likuid. Perlu proses untuk bisa menjualnya, termasuk mendandaninya dulu sehingga tampak menarik sebelum dipasarkan.
Anton Sitorus, profesional dari sebuah perusahaan konsultan properti asing di Jakarta, menyatakan, untuk mendapatkan harga terbaik dari properti yang hendak dijual, pertama-tama kamu perlu melakukan survei pasaran harga rumah sekelas di sekitarnya. Survei itu perlu supaya harga yang kamu tawarkan rasional. Soal harga ini penting, karena nilai sebuah properti itu spesifik, tidak selalu bisa dipukul rata, kendati berada di kawasan yang sama.
Properti yang usia bangunannya baru lima tahun tentu berbeda harganya dengan yang sudah 20 tahun. Begitu pula properti dengan sertifikat hak milik, tidak sama dengan yang sertifikatnya masih HGB. Rumah tinggal yang memiliki view langsung ke arah danau indah, bisa lebih tinggi nilainya daripada yang menghadap jalan ramai. Rumah dengan luas tanah dan bangunan 1.500 m2 lebih rendah harganya per meter persegi (m2) dibanding yang hanya 150 m2. Dan seterusnya. Perbandingan harus dibuat dengan properti yang kira-kira sama spesifikasinya.
Sekarang dengan kemajuan teknologi informasi, informasi mengenai pasaran harga rumah di sebuah kawasan itu mudah kamu dapatkan. Bahkan, dengan perkembangan teknologi informasi itu, kamu juga mudah memasarkan properti yang hendak kamu jual atau sewakan dan seberapa besar peminatnya.
Secara umum lokasi dan akses masih menjadi pertimbangan utama orang dalam menilai properti. Pertimbangan lokasi itu dipengaruhi preferensi masing-masing. Ada yang mengunggulkan lokasi yang dekat dengan fasilitas publik, ada yang mengutamakan lokasi yang mudah dicapai dari jalur transportasi massal, ada pula yang memilih lokasi yang dekat dengan tempat kerjanya. Setelah lokasi baru orang mempertimbangkan hal lain, seperti suasana lingkungan, harga, desain dan kualitas bangunan, dan lain-lain.
Gambaran lokasi dikaitkan dengan nilai jual rumah itu seperti ini. Kalau lokasinya bagus dan penawaran propertinya sedikit, itu berarti properti kamu tergolong premium. Artinya, banyak yang cari tapi penawarannya terbatas. Bargaining position kamu di pasar lebih kuat.
Dandani dulu
Setelah mengetahui harga wajarnya, jangan pasarkan rumah kamu secara as is atau apa adanya. Paling tidak dibersihkan dan dirapikan dulu supaya tampak lebih menarik. Artinya, rumahnya di make up dulu supaya tampil lebih baik dan lebih rapi. Kesan pertama perlu menggoda calon pembeli. Bahkan, kalau bangunannya sudah agak tua, kamu mungkin perlu banyak merenovasinya sebelum dipasarkan. Kalau dipasarkan as is, rumah kamu bisa jadi hanya dihitung nilai tanahnya sama calon pembeli.
Pakar real estate asal Amerika Serikat seperti Dolf de Roos dalam bukunya “Real Estate Riches” juga menyatakan demikian. Sebaiknya tidak melepas properti kamu secara as is, tapi dirapikan dulu. Bahkan, mengecat ulang, merapikan pagar dan halaman, serta mengganti gordin bisa memberikan kesan bagus kepada calon pembeli sehingga harga jual rumah kamu bisa lebih tinggi. Artinya, kamu mungkin keluar biaya 5-10 persen untuk touch up rumah sebelum dijajakan, tapi bisa mendapatkan return 15-20 persen karena calon pembeli jadi lebih tertarik. Jadi, keluar biaya tapi kamu dapat return lebih besar.
Pakai jasa broker
Banyak yang enggan menggunakan jasa broker profesional untuk menjual properti, karena tidak mau membayar komisinya. Padahal, broker profesional bukan hanya perantara yang mempertemukan penjual dan pembeli, tapi juga konsultan yang akan memberikan informasi terkait potensi pasar properti kamu dikaitkan dengan lokasi, kualitas desain dan bangunan, dan lain-lain. Broker akan membantu kamu memperoleh harga yang bagus, sekaligus membantu pembeli mendapatkan produk yang tepat.
Ingat, properti itu butuh biaya maintenance. Kamu tidak mau membayar komisi 2-3 persen kalau menggunakan jasa broker, tapi keluar biaya maintenance lebih besar karena rumah kamu lama tidak terjual. Apalagi, untuk properti bernilai besar dan pasarnya tidak kamu pahami betul, menggunakan jasa broker sangat dianjurkan untuk mendapatkan harga yang pantas.