Tukang Becak Motor Dapat Rumah Gratis dari Pemerintah

Pengemudi becak motor, pemulung, dan penyandang disabilitas di Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan, mendapat bantuan rumah gratis dari pemerintah. Hunian berupa Rumah Inti Tumbuh Tahan Gempa (RITTA) itu dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sedangkan lahannya disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih. Sementara biaya pembangunannya dari dana tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) tiga BUMN dan perusahaan swasta.
Menurut Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto melalui siaran pers akhir pekan lalu, Kementerian PUPR akan terus mendorong kolaborasi serupa dengan berbagai mitra kerja untuk membantu pekerja informal bisa memiliki rumah sendiri yang layak huni. Salah seorang penerima bantuan RITTA, M Butar-butar (65 tahun) mengaku sangat senang bisa mendapat rumah gratis dari pemerintah. Selama ini sebagai pengemudi becak motor di kawasan kantor Pemkot Prabumulih, ia hanya bisa mengontrak rumah petak Rp200 ribu per bulan. Penghasilannya sebagai pengemudi becak motor terlalu kecil untuk bisa membeli rumah sendiri.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan rumah gratis ini. Bangunan rumahnya bagus dan syarat mendapatkannya tidak sulit. Kami didata dan disurvei dulu oleh Pemkot Prabumulih dengan meminta KTP dan KK," katanya. Rasa senang juga diungkapkan Masriyah (57 tahun) yang mendapat rumah gratis karena anaknya penyandang disabilitas. "Sehari-hari saya jualan sayur mayur dan makanan yang hasilnya tidak menentu. Saya sangat bersyukur dan berharap program ini bisa dilanjutkan karena memang benar-benar dibutuhkan masyarakat," ujarnya dengan terharu.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sumatera V Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Johnny Rakhman, yang didampingi Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatera Selatan Yustin Patria Primordia, menjelaskan, Program RITTA di Kota Prabumulih merupakan kolaborasi Kementerian PUPR dengan Pemkot Prabumulih, serta BUMN PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank BTN, ditambah perusahaan cat Mowilex.
Pengembangan perumahan dilakukan sejak awal tahun ini di atas lahan seluas 2 hektar mencakup 100 unit rumah. BTN melalui dana CSR-nya membiayai 60 unit, SMF 30 unit, dan BSI 10 unit. "Program RITTA di Kota Prabumulih merupakan pilot project pengadaan rumah rakyat dengan pola kolaborasi pemerintah dan swasta. Program serupa rencananya akan dilakukan juga di kota-kota lain di Indonesia," ungkap Johnny. Rumah RITTA dibangun dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) yang dikembangkan Kementerian PUPR. Rumahnya tipe 18 (6 x 3 meter) di atas kaveling 7 x 10 meter (70 m2). Sesuai namanya rumah tumbuh, bangunan rumah dapat dikembangkan sendiri oleh pemiliknya menjadi tipe 36.